Salam pamit dariku

Kawan…

Tak akan ku biarkan air mataku menetes,,, walau berat.

Tak akan ku biarkan jiwaku resah,,, maskipun harus berpisah.

Tak akan ku kecewa,,, walau sejatinya luka.

Aku akan berusaha tersenyum,,, maskipun tertahan.

Aku akan terus menatap,,, maskipun kosong.

Tuhan izinkan aku berpisah pada semua, berucap pamit demi kebahagiaan. Aku rela maskipun Kau melemparkanku ke jurang gelapmu kembali, asal jangan Kau pisahkan aku dengannya yang telah terikat teman didagunya. Demi kata-kataku yang tertunda, izinkan aku berdo’a. Jadikan dia sebagai kekasih-Mu, disisih-Mu yang kau cinta, dengan kata-kata dan sumpah setianya, dengan lantunan dan kasih sayangnya, dengan senyum dan air mata.

Untuk Kawanku yang telah mau singgah.  Slifaer (Setan99) maaf,,, ane blm bisa meng-add pic-mu di MyBlogLog, ane hanya bisa katakan trimakasih telah mampir, walau akhirnya dengan penuh sesak harus berpisah. reallylife “semoga jalinan persaudaraan dan silaturahmi ini tidak terputus” maaf kawan, tapi demi persaudaraan aku ucapkan Selamat Tinggal, untukmu, untuk semua yang berkenan singgah di obrolanku. filarbiru, trimakasih, atas semuanya, terimakasih juga telah memasukkan blog-ku, sebagai Blogroll-mu, maskipun kau tidak suka akan kata-kata cintaku, tapi itu bukan mauku, tapi ucap hatiku yang berlalu, mengiringi suasana kepingan hati yang tersisa. Untuk insanmuhamadi aku teringat pada kata-katamu “wah..wah… saya kira ni blognya mbak rindu, ternyata pengagumnya, sampai2 semuanya sama persis. atau jangan2 ini akal-akalannya mbak rindu?? ah, saya terlalu berprasangka…” insan inilah gambaran rindu yang sama, ingin aku menyapa Tuhanku dalam media yang sama, tapi apalah daya, Tuhan pula yang tidak menginjinkanku untuk serupa. Maka sekarang aku minta pamit, demi sebuah talian saudara, agar jangan sampai terputus. Mungkin dengan begini aku bisa melihatnya tersenyum, dengan senyuman tulus dan bahagia, salam selalu dariku bila kau menyapa.

Untukmu, deeedeee trimakasih mau mampir, dan akhirnya harus berakhir, do’amu semoga dikabulkan, semoga dirinya segera kembali dari tepiannya, dan menyapa kita dengan penuh cinta, aku pergi untuk sebuah janji. do’akan aku supaya Tuhan mempercayakan kekuatan memenuhi janji kepadaku, aku ikhlas walau dengan derai yang tertahan. Hai sunarnosahlan, kau benar, kadang menangis justru sangat dibutuhkan, aku sekarang merasakannya dan sangat ingin melinangkan airmata, tapi karena janjiku, aku usahakan untuk tidak menetes, demi sebuah rindu. trimakasih engkau yang telah mau menambahi komen-ku. indra, Semoga kau selalu disayang oleh-Nya, inilah do’a singkat dariku, do’a perpisahan dan juga do’a harapan semoga ada jalan untuk Tuhan mempertemukan, biarlah kutahan rindu, untuk rindu yang lain, trimakasih telah mau berbagi. Trimakasih nurrahmanarif, maskaipun kau mengataiku MELO, tapi itu lah salam untukku, itulah yang mampu membuat terlihat garis senyumku, aku lebih suka dikatai orang asal jangan mengatai teman-sahabat-saudaraku, komenmu yang singkat adalah semangat bagiku yang sangat, tapi karena suatu sebab akhirnya aku harus merelakan teman-teman terkasihku, maafkan aku shobat.

Haluuuu, omiyan , andai nasip kita bisa ditukar,,, akan ku tukar dengan nasip yang lebih baik, pun seandainya aku baik, akan ku tukar dengan nasip orang yang lebih membutuhkan, trimakasih, karena kehadiranku, kau telah teringat temanmu, “Rindu” ya, atau Ade, atau Robi’ahku, ah aku hanya asal menebak, aku juga merindukannya, semoga kita dipertemukan walau dalam media yang berbeda, itulah yang menjadi harapan satu-satunya. cantigi, izinkan aku berdialog dengan matahari? bolehkah?. Kini aku ingin mengadu pada matahari, pada rembulan, pada bintang pada semua yang kiranya mau jadi pengaduan. trimakasih udah mau berkunjung. abifasya trimakasih shobat atas bujuknya, atas pintamu untuk tidak menangis, aku tidak akan menangis, aku hanya berpisah demi jiwa yang mengharapkan cinta, izinkan aku bertemu lain waktu, mambujuk kembali untuk tidak menangis, skali lagi trimakasih. Insya Allah aku akan sering mengunjungimu. walau kita tak saling ketemu.

syelviapoe, trimakasih atas engkau mau mengenalku, perkenalan yang akhirnya harus ada perpisahan. Ikutkan aku menemui Rob-mu, dengan kapas rindumu… thepenks, kau benar akhi,, ada senang ada sedih..  semuanya saling beriringan dan saling melengkapi, alangkah indahnya kalau ada yang mau diajak berbagi, aku merindukan disetiap kata yang keluar dari teman-teman setia, tapi kini kerinduan itu harus aku kubur bersama diri yang terluka. Eko Widiyanto, kau menggunggapkan sesuatu yang indah-indah, tiada kata-kata yang indah kecuali sanjungan, tapi sanjungan yang indah hanyalah apabila disandarkan pada sang pemilik keindahan, trimakasih Eko udah mau berkunjung, walau hanya sekejap dan akhirnya kita berpisah. Muhamad Azam, walau sedih untuk kukatakan, tapi aku harus kuat untuk melakukannya. ibarat titah yang harus aku emban. Akhi,, aku tidak akan melupakan kata-katamu, sebuah perkenalan, ikatan persaudaraan, kedamaian dan kehidupan, semua itu terasa indah, dulu yang pernah kau tulis, kini biarlah tinggal kenangan. Aku ucapkan salam untukmu, salam berpisah untuk kehidupan yang lain. Untuk yang terakhir Ojie trimakasih atas engkau telah memberi semangat, sebagai kata pamit aku ingin menyunting kata-katamu “Sebodoh-bodah manusia adalah yang tidak mampu memperoleh kawan-kawan untuk dirinya, namun yang lebih bodoh lagi ialah yang menyebabkan perginya mereka yang telah diperolahnya” semoga kata-katamu, memberi semangat baru dihatiku.

Selamat tinggal Kawan

Usah kau menangis kawan, Aku tidak meninggalkan dunia, karena aku belum siap menemuinya, belum siap untuk merasakan sakitnya pecutan sang Malaikat, sedangkan aku masih berlumuran noda, tetaplah aku didunia untuk menahan sakitnya pecutan jiwa dan rasa yang merindu. Maafkan aku kawan, hanya maaflah, yang mampu mencuci melepaskan noda. Izinkan aku menutup mata, karena dengan demikian aku bisa melihat dosa-dosa dan meminta ampun kepada-Nya.

Kini aku hanya bisa berucap pada suara seruling bambu yang menghilang, mengadukan nasip dan menyeka airmata. Tuhan beri waktu sejenak untukku, untuk menerima perpindahan nasip yang Engkau janjikan, untuk melihat gadis cantik diatas Bus kembali, untuk menunaikan suatu janji, yang sedang Kau ujikan.

Astagfirullah,,,  ada yang terlupa, walau aku tak ubahnya debu, aku ingin perpesan satu untukmu “usah kau rendahkan dirimu, walau dihadapan Tuhan karena pasti ada sisi yang mesti dan harusnya disyukuri daripada mencaci mengingkari nasip yang telah diberi.

Sekali lagi aku ucapkan terimakasih untukmu kawan, karena dengan bersyukur kita bisa merasakan nikmat yang lain, untuk teman-teman, sahabat, saudara yang belum sempat menyapa, maafkan aku, karena aku yang belum sempat untuk mengunjungimu. Izinkan aku menyulam rinduku di belahan karya-karya indahmu.

Untukmu perempuan dikebun hikmah, Robi’ahku, juga putri ningrat yang pernah aku kenal, mungkin karenaku engkau menangis, dan kepergianku semoga menjadi salah satu penenang jiwamu, sekali lagi  maafkan aku, biarlah aku hanya mendengarkan lantunan ayat-ayat al-Quran yang kau baca atau ikut mendengarkan asmaul husna disetiap deru laju mobilmu, ataupun hanya sekedar mendengarkan suara klakson mobilmu, itu sudah cukup, apalagi mau menambahi senyum, sebagai amal disetiap pagimu untukku. Dan trimakasih, engkau telah mengenalkan Tuhanku, maskipun sekarang harus terancam untuk kembali.

Aku akan selalu mengingat kata-kata mu, dan izinkanlah aku untuk mengucapkannya “Jika kesedihan datang dan duka lara menggunung, ucapkanlah…  “La illaha illa ALLAH” Tiada Tuhan selain Allah, Dialah yang Maha Mengambil dan yang akan mengganti, entah kapan, entah sempat merasakan. Dia jugalah yang Maha Memisahkan disetiap pertemuan, juga Maha mempertemukan di setiap perpisahan.

Inilah salam perpisahan dariku, dengan satu harapan – supaya kita dipertemukan, dan janganlah kita saling memutuskan hubungan kekeluargaan, persahabatan, sekanca dan sekawan.

Sudah, Trimakasih,

Salam dariku untuk semua “Rouf tracal

31 Komentar

  1. Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk sahabatku

    Rouftracal: Salam juga untuk semuanya

  2. rouftracal ..
    ada award niihh ..
    saling berbagi ..

    diambl yaah :)

    http://phiijustmuggle.wordpress.com/2009/07/26/awards-lagii-tengs-sahabat/

    Rouftracal: Boleh…, Makasih ya…

  3. LANJUTKAN TULIS LAGI DUNK

    rouftracal: Insya Allah Kang, do’akan ja…, pasti ane datang, karena akulah yang rindu pada yang lainnya.

  4. Halloooo.. dah sehat kaaaah.. hehehe.. hayu atuh biar ramai jangan nyepi aja
    Salam Sayang

    rouftracal: Kang… ane kok kangeeeen banget, sebentar lagi ya Kang…

  5. mo kemana?

    Rouftracal: g mo kemana2, entar juga ada waktu untuk bersua.
    kangen sih sebenarnya pada yang lainnya, hanya saja belum wakunya kali, untuk saling kunjung dan saling sapa.
    makasih sekali udah mau mampir dan berucap salam

  6. hey.. kutunggu senyummu kembali..!

    Rouftracal: Bener ya,,,!!!
    aku juga menunggu senyummu untuk tersenyum diblogku. salam dariku. semoga ada kesempatan untuk bertemu

  7. waduh.. sedih bgt. ayo semangat ah!!

    Rouftracal: Makasih atas semangatnya, do’akan aku selalu. entah sampai kapan…

  8. positif thinting dan terus spirit adalah langkah yang sangat berpengaruh dalam meraih mimpi dan menghapus kejadian buruk…

    salam peace

    Rouftracal: PEACE SALAM juga, sungguh kata yyang sangat menyenangkan. dan menyemangati, thanks yo…

  9. wow, panjang bener ;)

    emank mau kemana sih? kok pake kata selamat tinggal? apa ntar gak bisa berjumpa lagi?

    waduh, kok banyak tanya gini ya :p

    well, moga ditempat baru kamu dapat ‘pencerahan’ :)

    Rouftracal: Aku yakin ada saatnya nanti kita dipertemukan, kita bersua dan berkata sinta, rindu dan lainnya, tapi entah kapan, barangkali aku harus terus sabar dalam ujian. atau tunggu nanti dimana kesabaranku telah menipis dan akhirnya hilang

  10. slamat tinggal ?
    emang mau kemana ?
    baru aja mampir kerumahnya,
    yg empunya udah mau pergii ,,
    tapi pasti kembali kan ?

    ooh,,
    sahabatnya mba rindu,
    subhanallah,

    ternyata dunia maya juga sempit ya,,

    salam kenal ,,
    tetap semangat :D

    Rouftracal: Salam juga KENAL dari saya, eh ane jadi malu ni, kan udah dibilangin g usah kunjung dulu, ane sekedar lewat n mampir. tapi….. g apalah Say THANKS ja.
    Jeng, Kepastian hanya milik yang empunya hidup, tapi aku akan selalu berharap untuk bisa hadir walau hanya sekedar menyapa. hanya say HALLU atau SALAM.
    Salam dariku, semoga kita diberi kesempatan untuk bertemu.

  11. kami masih menunggu mu teman.. jangan terlalu lama.. mntari tak kan terbenan selamanya. bukan siapa yang kau cari dan apa yang kau cari yang kami tunggu, bukan pula hasil nya. tapi menunggu mu.. diri mu sobat..

    Rouftracal: Shobat,,, dadaku terasa penuh menahan sesak hari ini, apalagi ditambah dengan kata-kata harap nan ikhlas. aku harap suatu saat engkau dapat menerimaku kembali, menyapa para shobat dengan sejuta rasa.

  12. hayyooooo.. apdeeeeeet duuuunk.. semangaaaaaaaat
    Salam Sayang

    Rouftracal: Salam sayang juga dari ku… aku akan bangkit, untuk sekedar menyapa atau say HALU, tapi bukan sekarang, entah kapan, tunggu ketika kesabaranku telah menipis dan punah, putus asa dan lelah.
    Makasih atas semangat yang selalu ditumbuhkan.
    salam dari ku untuk semua.

  13. terimakasih udh mampir ke blog saya dan kasih komentar..
    semoga berguna..

    tetap semangat..
    ;-)

    Rouftracal: do’alan aku tetap semangat Pak… karena do’a-do’a tulus dari orang yang tulus itulah yang menjadi harapanku sekarang. makasih, aku akan selalu berusaha untuk tetap semangat.

  14. monolog matahari di cantigi diciptakan untuk rasa galau akan satu keyakinan, karena disana akan selalu ada harapan tentang sebuah kebaikan hakiki. hhh.. kita ini hanyalah amanah, jadi tetap sabar dan ikhlas, insya allah semua akan baik kembali, sehat terus ya bro.. ^_^

    Rouftracal: bener Bouwrr… indah sekali, sesuatu yang dicari dengan niat ikhlas, pastinya mungkin semoga akan tercapai.
    makasih ya, kan kujadikan semangat baru untukku.

  15. salam kenal juga mas…bagus blog nya mirip punya rindu….sukses selalu ya…

    Rouftracal: Gimana ya,,,
    sengaja ku bikin semirip mungkin…., untuk menautkan hati, agar lebih dekat dengan-Nya.

  16. sobat…semangatlah kembali

    Rouftracal: Makasih shobat,,, kini izinkan aku menyimpan semangatmu, untuk semangat yang baru.
    aku ingin komentar kita tidak sia-sia.
    Thanks shobat, mungkin agak jemu, semoga kesabaranmu membari semangat padaku, selalu ada nilai tambah di mata tuhanku.

  17. Baru mau kenalan dah pergi………..

    Rouftracal: g pergi, cuma menunggu waktu untuk kembali.
    do’akan ja ane bisa nyapa antum semua, esok dilain hari. makasih ya dah mau come.

  18. Loh…mau kemana ?
    and ada apa, nih ?
    Sibuk-kah ? hingga ingin Hiatus ?
    Semoga kembali nge-blog lagi…

    Rouftracal: Pasti, aku pasti akan kembali, menyapa kawan-kawan semua.
    aku paling tidak bisa kalo kehilangan senyum-senyum bening semua.
    senyuman kawan, itulah yang membuatku masih bisa tetap ada dan menikmati dunia.
    aku hanya butuh waktu, atau lebih sabar lagi untuk menunggu. do’akan aku lebih sabar lagi kawan..lebih.
    al-Afwu…

  19. ungkapan perpisahan yg indah.. kawan..
    kata-kata tersusun dan terangkai dgn serasi, sarat emosi… sungguh2 indah…
    _salam anget_

    Rouftracal: Bukan pisah, tapi nunggu waktu dan kesempatan untuk kembali.
    Salam juga untukmu kawan, dimanapun kamu, seberapa jauhnya kamu, tetaplah dekat dihatiku, kedekatan itu, akan selalu dekat dengan uluran salam dan senyuman lekat,
    aku ingin menyapa lagi, tapi aku tidak tau kapan waktu akan memperbolehkan ku kembali.
    makasih ya, ini adalah awal yang baik. harapku selalu untukmu.

  20. Kok pergi? Memangnya ada apa?

    @kangboed
    kemanapun ku pergi, selalu saja ketemu kamu.

    Ps. Ada yang mengaku sebagai kangboed tuh di blog ku. Nama sama tapi beda avatar.

    Rouftracal: eNggak tau dih,,, mungkin Tuhan belum menginjinkan kita bertemu. Do’akan aku bisa kembali karena rindu.
    @Ps. Fans Kangboed paling.

  21. masih belum balik yaaaaa.. kembalilaaaaaaaaaaah.. gapai harapanmu dalam semangat..
    Salam Sayang

    Rouftracal: Do’akan saya lebih sabar ya, ato tunggu nanti kalo kesabaranku telah menipis dan tidak kuat lagi menahan rindu untuk bersua. Do’akan ja dari sana.

  22. hmmm.. mangnya ada apa siy, saya ketinggalan kereta ya..

    Rouftracal: ngak ada apa-apa kok, aku akan coba lebih ikhlas aja.

  23. hehehe… dah balik lagi yaaaaaa…
    Salam Sayang

    Rouftracal: Entahlah Kang,,, belum ada izin darinya, do’akan saya sabar menunggunya.
    salam ja Kang untuk semuanya

  24. Ternyata ada yg lebih mellow dari saya…
    Haduuuh, sabar ya, mas.. semoga selalu diberikan kekuatan atas segala ujian yg datang..

    Tetap semangat!

    Rouftracal: makasih atas do’anya, Kok jadi ajang mellow sih, Pinginnya sih buat ajang seneng, tapi mungkin situasi belum menginjinkan, aku juga ngak tau akan sampai brapa lama oleh ku menitipkan obrolanku, pada teman sekawan semua.
    dee, mungkin ngak kalao kita semua ni suatu saat pasti ada waktu untuk bertemu…???.
    and yang sudah pernah ane titipin maaf ya, jg makasih.

  25. Saudaraku aku kembali dengan kebahagian karena apapun jua . itu tetap manjadi bahagia karena apa semua urusan bagi muslim adalah baik.

    Ingat kesempitan diapit oleh dua kebahagian aku yakin ini adalah expresi yang hanya didunia maya tapi sebenarnya engkau saudaraku adalah orang yang selalu bersemangat dan tetap bahagian aku yakin. :)

    Rouftracal: aku harap kata-kata itu merupakan do’a baik untukku.
    Kawan aku selalu berdo’a dan aku yakin suatu saat kita akan bertatap sua, tapi kapan atau dimana, disini atau disana, semoga dalam hal kebaikan.
    dan jangan heran kalau nanti, kalau bertatap, kau akan menemukan pada diriku sesuatu yang berbeda, seseorang yang penuh senyum dan canda tawa (idiiiih promosiin diri…..*ngak baik lhooooo*) itu semua hanya polesan untuk menutupi diri dan berusaha untuk membahagiakan kawan.
    aku tidak berujar banyak kawan, aku hanya berterimakasih atas semuanya…. ini dariku untukmu.

  26. weleeeh weleeeeeh.. baru kenal dah kabuuuur.. mo kemanaaaa yaaaaaaa…
    Salam Sayang

    Rouftracal: Ndak Kabur Kang, ane disini ja… menunggu janji, entah sampai kapan, hanya diriku tersangkut harap, semoga kesempatan untuk menyapa itu datang.
    Do’akan ane kuat untuk menggemban janji ya Kang… masalahnya ini udah sangat berat sekali, ane takut, ane eNdak kuat.
    Do’akan kang, ya ,,, beri aku sedikit semangat.
    Dan juga izinkan ane untuk menitipkan obrolanku dilain waktu, dibingkai katamu.
    Salam juga sayang untukmu.

  27. kenapa harus pergi?
    kenapa harus berpisah??

    yah jika itu adalah untuk kebahagiaan.. saya hanya bisa mengucapkan semoga engkau berbahagia.

    Rouftracal: Aku dan kenangan, berjalan menapaki mimpi.
    Kebahagiaanku terletak pada kebahagiaannya, semoga aku selalu diberi kekuatan untuk melihatnya bahagia.
    Do, makasih ya udah mau kunjung, dan berkata pasrah. bolehlah kiranya aku nanti mampir dilembaranmu yang anggun.

  28. menangis memang kadang dibutuhkan, namun tangis yang berlebihan justru menghilangkan makna meringankan beban. sesuatu yang berlebihan memang kurang bagus. salam sobat.

    Rouftracal: Salam juga untuk mu kawan.
    Seandainya pun mau,,, mohon tunjukkan padaku kawan,,, dimana letak kelebihan itu. Yang aku rasa semuanya terasa kurang. Aku tidak menangis, bahkan ku tahan air mataku untuk tidak berlinang, karena aku tau linangan ku tiada berguna, linanganku juga tidak akan bisa menggembalikan kebahagiaannya.
    Trimakasih udah mau datang Shobat, coretanmu begitu hangat, sapamu begitu menambahku semangat. Izinkan aku suatu saat unuk menitipkan obrolanku disela-sela karyamu. Semoga disisihkan waktu, untuk kita bertemu.

  29. Ya Allah , ya aku tau sekarang aku tidak teliti. engkau adalah sobatku yang disanakah.Ya dunia . memang sempit. bawalah ia dan menuju kebahagianmu kelak amin. tapi siapakah engkau sebenarnya.

    Rouftracal: Kau bukan teman lamaku, aku mengenalmu dari “Rindu, Ade atau Robi’ahku” itu sudah cukup sebagai teman bagiku, bahkan melebihi dari saudara yang ada, karena jiwa sudah terlanjur tertaut dengan sesama.

    Aku tautkan namaku pada sebuah nama desaku “Tracal” Desa terpencil di Lamongan. inilah keterangan singkat dariku, supaya tidak terjadi kesalahan paham.
    Kawan,,, maukah kamu menjelaskan tentang “Rindu..”? maskipun Rindu sekarang tinggallah kerinduan yang menyesakkan.
    “”"Allah…”" Maaf Kawan.

  30. الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

    ”Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS Ar-Ra’du ayat 28)

    Aku belum tahu apa masalahmu Akhi, aku hanya bisa berdoa dan moga kesedihanmu bisa menjadi penawar untuk kembali dan bisa menjadikan setiap langkah menjadi sebuah kebahagian Amien

    rouftracal: Harapanku juga, supaya bisa kembali untuk bergaul, berjabat erat dengan kawan semua. Tapi aku tidak tau, akan kah harapan itu akan tinggal harapan. aku akan menungguuuuuuuuuuuuu terus. Aku juga tidak tau, adakah kesempatan untuk bertemu atau tidak. Kawan, aku tidak harus mengatakan masalahku apa, aku hanya minta jangan lelah untuk selalu memberiku semangat, untuk selalu bersabar dalam menjalankan titah sebuah janji persaudaraan.
    Akhi, izinkanlah aku menitipkan obrolanku di deretan karyamu, sebagai pelepas rinduku, pada linangan yang tertunda.
    Trimakasih kawan, engkau bukan kawan lama 95 ku, tapi kawan terbaruku, dihatiku, disetiap detak dan tarikan hembusku.
    Amien, atas do’anya Shobat, aku yakin, suatu saat nanti pasti ada jalan… untuk kita dipertemukan.

  31. Sahabat, jangan biarkan dirimu lelap dalam kesedihan. Bangkitlah untuk hari esok yang lebih baik. Jangan pergi walau kau telah meninggalkan sejuta pesan. Kalaupun pergi segeralah kembali, sekalian kalau kau kembali bawa serta perempuan di kebun hikmah jangan biarkan dia terlalu lama menepi.

    Rouftracal: Pak Abi, alangkah indahnya tuturmu, itulah semangat yang aku harapkan sekarang, semangat tanpa imbalan balas, semangat tulus dari seorang Abi, trimakasih…
    Aku tidak bersedih kok Pak, apalagi terlelap dalam kesedihan. Maaf ya, kunjungan kali ini, tidak menemukan kabar gembira dariku, atau belum sempat diriku memberi kabar gembira, hanya keresahan dan degupan. Perpisahan ini hanyalah teken materai perjanjian, aku harus menjalankan, karena akulah yang membuat perjanjian tersebut, hanya demi utuhnya persahabatan, sahabat dan persaudaraan.
    Berat rasanya, tapi aku anggap ini sebagai tuntunan tangga dari-Nya, untuk menuju jalan yang lebih baik, untuk menuju-Nya, dengan kecepatan yang lebih cepat. Maafkan aku, aku tidak bisa membuka jalan untuk menyapa dengan karya serupa, sebelum dia membukakan jalan itu untukku. Sekarang aku terima, mungkin ini yang menjadi garisku.
    Seandainya aku bisa menggandeng Robi’ahku, akan kugandeng untuk menemuimu, menyapa dunia dengan tawa damai, dibawah keagungan Illahi. Biarlah dia menepi, mungkin tidak lama lagi dia akan mengunjungi, dengan sejuta asa, dengan sejuta bahagia, dengan sejuta cerita indahnya. Mungkin besok, besoknya lagi, atau bahkan bisa nanti.
    Salam hangat dariku, Tunggu kunjunganku di memori layarmu.


Tulis sebuah Komentar

*
*